Kemarin siang pukul 11, Mama saya baru saja selesai menghadiri rapat di sekolah adik saya di SMAN 6 Bogor. Setelah selesai rapat, mama saya mencari adik saya namun tidak ada. Setelah dicari akhirnya ketemu, adik saya sedang berkumpul dengan teman2nya. Kemudian mama saya menyuruh adik saya untuk pulang bersama, namun adik saya tidak mau. Ia masih ingin bermain dengan teman2nya dan katanya mau sholat jumat di sekolah saja. Akhirnya mama saya pulang dengan di jemput oleh papa saya.

Setelah dari sekolah, mama saya pergi ke pasar yang letaknya tidak jauh dari rumah. Ketika mama saya sedang berbelanja ada telepon masuk dan diterima oleh mama saya

Percakapan:


Mama: hallo

X: ini benar mamanya kiki?

Mama: iya benar. Bapak siapa ya?

X: anak ibu saya rampok, saya culik !

Mama: Astagfirullah Pak saya salah apa pak
*sambil si X bicara, dibelakang ada yang teriak "mama, kiki dirampok. Ma, kiki dirampok mama mama"*

X: ini anak saya matiin nih

Mama: Astagfirullah Allahuakbar

X: kalau anak ibu pengen selamat, ibu transfer uang 70 juta

Mama: Ya Allah, pa.. saya gak punya uang sebanyak itu pa
*mama saya lemas dan tidak tau harus berbuat apa. Yang pasti mama saya ketakutan kalau sampai adik saya dibunuh*

X: mati nih anak ibu
*mama saya pura2 tidak mendengar. Mama saya pura2 seperti teleponnya tidak jelas*

X: ibu merapat merapat jangan dekat2 orang

Mama: pak ini ada suami saya bapak ngomong aja sama suami saya ya

X: ibu jangan berani2 kasih tau suami ibu apalagi kalau lapor polisi

Mama: pak, ambil aja semua yang ada dianak saya. Tapi jangan bunuh anak saya

X: ibu ada uang berapa di dompet? Di atm ada berapa? Deket rumah ibu ada indomaret atau alfamart atau alfamidi gak?

*sembari mama saya telepon dengan si penipu tersebut. Papa saya telepon adik saya untuk memastikan. Ternyata adik saya baik2 saja di sekolah. Setelah mendengar bahwa adik saya tidak kenapa2, mama saya jadi bisa melawan*

X: ibu kalau gitu ibu isikan pulsa ke nomer ini masing 500rb. Ibu tulis nomernya
Lalu mama saya langsung tutup teleponnya dan langsung menghubungi adik saya kembali dan langsung ke sekolah adik saya lagi untuk memastikan bahwa adik saya baik2 saja
Mungkin sudah banyak penipuan dengan modus anak dirampok, diculik, anak ditabrak, anak jatuh di sekolah dll. Menurut saya ada beberapa hal yg bisa kita lakukan ketika berada dalam posisi seperti itu:


1. Jangan pernah sebut nama anak anda diawal pembicaraan. Misalnya: 

X: halo ini anak ibu ditabrakan
Ibu: anak saya? Bubu? 
X: iya bubu anak ibu


Nah pelaku akan memancing anda untuk menyebutkan nama anak anda. Sehingga ia bisa menyebutkan nama anak ibu padahal sebenarnya dia tidak tau. Dalam kasus yang dialami mama saya, sepertinya pelaku adalah orang yang mengenal keluarga saya. Karena ia tau persis nama adik saya dan terdapat indomaret yg sangat dekat dengan rumah saya.

2. Jika anda menerima telepon seperti ini dan disebutkan anak anda dirampok atau jatuh atau apapun, segera hubungi anak anda untuk memastikan bahwa anak anda baik2 saja

3. Anda tetap tenang dan segera minta bantuan orang lain untuk menghubungi anak anda. Walau sudah pasti anda akan terkejut dan lemas. Tapi pastikan bahwa anda tetap tenang
Saya rasa modus penipuan seperti ini sudah banyak, namun saya hanya ingin memberitahukan bahwa harus lebih berhati-hati dan lebih waspada dengan penipuan2 yang ada sekarang. Jangan sampai kita tertipu
*ceritanya seperti disinetron sih. Tapi ini nyata dialami oleh mama saya*

Dikutip dari Facebook rekan saya Hermilita. Linknya disini

Kalau dari saya sih, ketika anda menerima telpon bernada mengancam  pokoknya anda punya firasat tidak enak, matikan saja. Kalau memang benar-benar penting maka orang teresebut akan mengirim SMS. Karena ketika di Telpon dengan SMS pasti beda suasananya. Dengan SMS anda masih bisa berpikir jernih tapi ketika di telpon maka kita menjadi panik. Kepanikan kitalah yang menjadi sasaraan penipu. Semakin panik maka semakin mudah mereka melakukan penipuan. Maka selalu hubungi orang lain dan ceritakan apa yang terjadi. Ketika pikiran kita tidak tenang, ada orang lain yang dapat membantu menengangkan pikiran kita. Karena peristiwa semacam ini sudah sangat sering terjadi maka silakan membagikannya dengan menceritakan ke teman anda atau mengklik tombol share dibawah ini. Terimakasih.