Monday, 12 January 2015

Saya blogger yang nyebelin?

Memangnya ada ya blogger nyebelin?. Ada dan banyak sekali contohnya. Namun saya tidak mau menyebutkan siapa-siapanya. Yang jelas, saya adalah orang yang akan dibicarakan pada artikel kali ini. Sebelumnya buat mbak Asma Nadia, maap nih nyontek judul bukunya (Jangan jadi muslimah nyebelin). ^^


1. Komentar nyebelin versi link aktif

Sekarang saya tahu kenapa google memberi peraturan kepada blogger agar tidak main tempel link diblog orang lain. Anggap saja saya belum tahu apa-apa tentang blog dan semacamnya. Saya adalah orang yang sedang menjelajah, dan terjebak diblog seseorang yang isinya tentang "bagaimana menjadi blogger yang baik". Lalu tiba-tiba disitu ada promosi, "gan mampir ya..,blog saya disini.. (link aktif)". Kira-kira, jika anda adalah pembaca, apa reaksi anda?. Tentu jadi bingung kan?. apa lagi yang malah promosi?. Hiaa!! Desing! ( nonjok besi).

Terkadang, komentar yang bagus semisal pertanyaan justru membuat si penulis jadi lebih aktif. Dia akan memberikan jawaban dan itulah yang diinginkan pembaca. Bukan promosi yang tidak pada tempatnya. Kalau anda mau promo, saya bisa berikan gratis. Bahkan saya kasih review. Dengan syarat, berkomentarlah yang baik, lalu tambahkan saya dalam lingkaran anda di google plus. Dengan begitu saat ada artikel baru, saya bisa langsung kunjungi dan berkomentar disana tanpa anda minta kunbal dan sebagainya.

Ketika terjun keblogging, saya hampir saja menaruh link ke blog lainnya karena belum tahu. Beruntung kenal juragan cipir. Semuanya jadi jelas.

Gua cakar lu!

Amazing photo by : thephilippena pixabay

2.Komentar ngeselin versi tidak nyambung

Sama seperti diatas, hanya saja yang ini kelihatan sekali kalau masih "newbie". Saya ingat sekali saat-saat pertama jadi blogger.  Blogwalking sana-sini hanya untuk mengomentari desain blog-nya saja. Pernah saya nyletuk, "Maap mbak, isi blognya bagus tapi desainnya kurang", dan sebagainya. Saya belum sadar kalau itu masuk kategori spam. Duh malu rasanya kalau sampai orang itu melakukan kunjungan balik kesini. 

3.Blog nyebelin versi teks acak-acakan

Pernah berkunjung ke blog lain dan kelihatan berantakan?. Alhamdulillah sekarang jarang saya temui blog seperti itu. Saya melihat lagi "newbie" pada blog seperti ini. ya, pada awal memulai blog, saya sama sekali tidak mengerti desain. Mengotak-atik blog sampai larut malam dan tidak menghasilkan apa-apa kecuali blog ancur. Sekarang saya tinggal comot template blog terbaik dan pasang. Semuanya beres. Baca juga, Tidak bisa mendandani blog tak perlu risau

Teks yang kecil, terlalu besar atau blog yang dari tatanannya masih ancur, mengindikasikan kalau ia masih belajar. Jadi yang ini selalu dimaklumi, karena pribadi pun juga begitu.

Yang kedua adalah artikel yang teksnya banyak salah ketik. Mohon maaf ya, saya sendiri banyak sekali salah ketik. Contohnya begini : "saya sudah pernah mengikuti les di kuman". Seharusnya, kata kuman itu adalah Kumon. Hanya karena salah ketik satu huruf saja lalu maknanya jadi melenceng jauh. Semoga ini tidak terulang lagi. Yuk belajar mengetik 10 jari, baca lebih lanjut di : Ketik cepat 10 jari dengan rapid typing

4. Artikel ngelantur yang nyebelin

Jangan salah, diblog ini hampir 1/4 artikelnya tidak jelas. Saya menulisnya asal saja, yang penting target 1000 artikel terpenuhi. Begitulah cara saya menulis artikel pada waktu itu. Kehabisan ide adalah faktor utama artikel menjadi tidak jelas. Untuk membuat ide, harus banyak bahan dulu. Blog dengan artikel seperti itu biasanya adalah milik "newbie" seperti saya. Karena kurang ide, akhirnya "handuk" saja dijadikan artikel padahal itu juga belum tentu bermanfaat bagi pembaca. Silahkan dilihat artikel handuknya di : Lucunya orang Indonesia, dikasih tau nyolot

Bahkan yang anda baca saat ini saja juga hasil ngelantur..^^

Tentang effect samping dari artikel tidak jelas. Orang bahkan tidak akan sempat melihat judul blog. Cuma membaca cepat, lalu ngeloyor pergi mencari artikel yang "jelas". Kalau saya, artikelnya ngelantur. Coba saja dibaca semua, pasti semuanya cuma pendapat-pendapat. Dan itu juga kurang bagus menurut pribadi. Maka setelah membaca buku 101 dosa penulis pemula, saya harus pastikan kalau artikel yang ditulis harus jelas maknanya, sampai tujuannya kepada pembaca.

Supaya tidak ngelantur, perbanyak blog walking. Seperti pada artikel, Blogwalking santai ke 7 tetangga

Artikel Terkait

8 comments