Friday, 7 November 2014

Passive atau Active Income?

ilustrasi semut bekerja



Salam sukses!

Hari ini saya mencoba mengulang kembali saat-saat saya belajar apa itu passive income, mengapa passive income itu penting?. Pada dasarnya manusia memiliki cara masing-masing untuk bertahan hidup. Ada yang bekerja pada orang lain, menjadi usahawan, pebisnis dan juga Investor. Keempat cara tersebut semuanya menghasilkan uang, namun ada yang menjadi passive income dan juga active income.

Active Income adalah kita bekerja dan mendapat uang.
Passive Income adalah kita tidak bekerja namun tetap mendapatkan uang.

Bolehkah kita memiliki passive income?. Ya tentu saja boleh, selagi itu halal mengapa tidak?. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana agar kita bisa mencapai passive income tersebut?. Untuk itu saya akan menjelaskan keempat kategori yang saya maksud.

1.Bekerja untuk orang lain

Saat ini saya bekerja pada sebuah perusahaan swasta dalam bidang percetakan. Maka saya dikatakan active income. Hal ini dikarenakan bila saya berhenti saat ini juga, artinya saya akan kehilangan penghasilan. Menurut Robert Kyosaki dalam bukunya yang berjudul "Rich dad Poor dad", beliau mengatakan bahwa tipe ini akan sangat sulit dalam memenuhi kebutuhannya. Benarkah?. Ada yang benar juga ada yang salah.  Bila pendidikan kita rendah jelas kita akan sulit memenuhi kebutuhan. Misalnya orang yang hanya lulus SD lalu bekerja pada perusahaan tertentu, otomatis gajinya akan lebih rendah dari orang yang pendidikannya tinggi. Sehingga syarat utama sukses bekerja untuk orang lain adalah pendidikan. Jujur saja saat ini dengan pendidikan saya yang hanya lulus SMK rasanya sulit bila ingin jadi Direktur hehe. Meskipun dikatakan "tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang bisa menghalangi saya" , tetap saja perusahaan akan lebih percaya dengan yang namana "title".

2.Menjadi Profesional

Profesional adalah seseorang yang bekerja untuk diri sendiri, contoh kecilnya adalah pedagang jamu (ibu saya sendiri), contoh yang berpenghasilan lumayan adalah seorang dokter. Sekali lagi disini pendidikan juga sangat berpengaruh. Dengan menempuh pendidikan yang tinggi, seorang dokter bisa menghasilkan lebih besar dari seorang pedagang jamu. Profesional, apapun profesinya tetaplah seorang yang active income. Contohnya, ketika ibu saya sakit otomatis penghasilannya berhenti saat itu juga. Selain itu biasanya seorang profesional adalah pekerja yang sangat keras. Ibu saya setiap hari harus bangun pagi sekali untuk menyiapkan dagangannya, lalu berdagang sampai jam 12 siang. Malamnya dari sehabis magrib sampai jam 10 malam harus mengolah bumbu dan keperluan dagangnya. Apakah bisa sukses? tentu! nanti ada caranya..


3.Pebisnis

Pebisnis adalah seorang yang mempekerjakan orang lain, memiliki waktu orang lain. Dengan demikian waktu yang ia miliki bisa berlipat ganda. Bila seorang profesional memiliki waktu 24 jam, maka seorang Pebisnis bisa memiliki waktu ribuan kali lebih banyak dalam satu harinya. Maksudnya?. Seorang pebisnis yang memiliki pekerja 200 orang misalnya maka dalam sehari ia memiliki waktu 24 x 200 = 2400 jam sehari. Apa tidak salah hitung?. Tidak, karena seorang pekerja yang bekerja pada pebisnis juga tidak mungkin bekerja 24 jam sehari, paling mentok juga bekerja 12 jam sehari. Sehingga perhitungannya adalah 24 x 200 menjadi 4800/2 = 2400 jam. Seorang pebisnis dikatakan sukses apabila bisnisnya berjalan tanpa ia harus turun kelapangan. Contoh pebisnis banyak sekali, semuanya adalah pemilik. Pemilik KFC, pemilik Jaco, pemilik Carefour dan sebagainya. 

4.Investor

Investor adalah orang yang membuat uangnya bekerja untuknya. Seorang investor adalah orang yang memiliki sejumlah uang yang 
dikelola oleh orang lain dan dari hasil pengelolaan tersebut untung akan dibagi hasil. Bagaimana menjadi investor?. Kita bisa memulai menjadi investor bila memiliki uang yang cukup besar, namun paling tidak kita juga bisa berinvestasi dengan Emas dan tanah. Keduanya merupakan cara investasi yang baik. Seorang investor pada akhirnya akan mendapatkan uang tanpa ia harus bekerja. Sehingga ia dikatakan sebagai passive income.

Blogger bagaimana?

Bagaimana kita yang sedang blogging ini?. Kita adalah pekerja profesional yang juga bekerja untuk menjadi pebisnis. Banyak sekali blogger sukses diluaran sana yang sekarang tinggal duduk manis depan komputer dan blognya mencetak uang tiap bulannya. Jadi blogger bisa dikatakan sebuah media yang bila ditelateni bisa menjadi sebuah passive income bagi kita. Untuk itulah saya juga meniatkan untuk terus mengelola blog ini apapun yang terjadi. 

Pada awalnya seorang blogger adalah pekerja profesional, ia harus bekerja keras diawal. Namun pada akhirnya nanti semua akan terbayar dengan passive income. Lalu jika kita jatuh sakit bagaimana?. Jika blog sudah sukses, blog kita yang akan bekerja untuk kita yang sedang sakit. Kita memang tidak punya waktu mengelolanya saat sakit, tapi saat blog sudah mulai menjadi passive income kita tidak perlu lagi memikirkan cara mengelolanya. Bisa saja kita mulai merekrut orang untuk mengelolanya dan menggaji orang tersebut untuk mengelola blog. Jika sudah demikian, kita bisa meninggalkan kegiatan blog untuk selamanya dan tetap mendapat uang. Ingat semua ada caranya..

Pekerja passive income?

Karena pekerja sulit untuk passive income maka disatu sisi ia bekerja, disisi yang lain ia menjalankan usaha. Dengan demikian saat penghasilan passive sudah tidak terbendung, kita bisa melepas active income kita.

Profesional Passive income?

Dokter bisa passive income. Ia bisa membuka praktik yang lebih besar dimana ia bekerja didalamnya sekaligus bekerja sama dengan dokter lainnya, Atau ia juga bisa membuka usaha selain dokter yang bidang tersebut ia kuasai. Misalnya ia menjadi dokter sekaligus punya toko obat herbal dan sebagainya.

Semoga kita semua bisa passive income, amiin.


Artikel Terkait

10 comments