Wednesday, 4 May 2016

Mengakali penipuan lewat HP modus "Hadiah 8 juta"

Duh, lama sekali saya tidak menulis. Tapi insya Allah mulai bulan ini saya akan rutin menulis atikel lagi.

Jadi, sebagai permulaan saya akan menceritakan bagaimana saya mengakali penipuan lewat hp yang modusnya adalah "hadiah 8 juta" dari instansi anu.


SI ASEP


Ok, kira-kira seminggu yang lalu tanggal 25 bulan April 2015, tepat malam hari sebelum saya ulang tahun, saya mendapat kejutan dari seseorang yang baik hati. Bagaimana tidak?. Dia mengaku dari tSEL dan mau memberi saya hadiah sebesar 8 JUTA!!!. Dan itu tanpa dipotong PAJAK!!

Saya pikir ini adalah orang yang terbaik dalam hidup saya. Dan saya pun mulai meneteskan air mata. 

Tapii tiba-tiba saya ingat sewaktu saya ditipu lewat telpon, saya jadi curiga dengan orang ini. Oke, dia memang berhasil mempengaruhi ibu saya yang sudah dibutakan dengan uang 8 juta. Tapi tidak dengan saya. Malam itu ibu saya langsung pergi ke ATM dan mengambil kartu ATM BCA saya. Tujuannya, mungkin adalah untuk melakuan transfer sejumlah uang dari pemberi uang. Disini saya semakin curiga.

Saat itu tetangga saya semua keluar rumah karena hebohnya. Dan banyak yang memberikan informasi bahwa itu adalah modus penipuan baru. Saya akhirnya yakin bahwa orang yang baik hati itu sebenarnya adalah manusia harimau. :)

Sepulangnya ibu saya dari ATM, saya yang mengambil alih HP. Karena sudah satu jam lebih HP ibu yang pegang. Si penelpon tidak mematikan HP-nya dan terus berkomunikasi dengan ibu saya.

Baiklah, saya mulai pembicaraan saya dengan manusia harimau tersebut.

 Ary : "HALO SELAMAT MALAM!"

M.H : "Selamat malam.. ini dengan siapa ya?"

Ary  : "SAYA ANAK DARI IBU SAYA, OYA, INI UANG 8 JUTA BOLEH NGGAK MAS KALO UANG INI DIBELIKAN LAPTOP SEHARGA 3,5 JUTA DAN SISANYA SEMUA BUAT MAS".

saya benci dengan penipu sehingga saya pake kapslok untuk mengungkapkan kebencian saya haha.

M.H : "Oya mas.. boleh.. tapi kalau bisa uangnya ditransfer saja ke rekening mas. Nanti mas yang beli sendiri"

Orang ini sangat ramah dan membuat saya terharu.

Ary : "OOO NGGAK USAH MAAS, UDAH AJA MAS KIRIMIN BARANGNYA, NANTI SAYA KASIH ALAMAT RUMAH SAYA".

M.H : "Iya mas, tapi prosedurnya memang begitu mas.. jadi tetap harus melalui transfer bank, mas ini kok durhaka sekali ya, ibunya mau dapet rejeki kok nggak dikasih tau nomer rekeningnya"

Ary : "HALOOOOW, SAYA EMANG DARI DULU UDAH DURHAKA, WONG SOLAT AJA SAYA NGGAK PERNAH!" (saya tersinggungg dibilang durhaka).

M.H : "Mas ini pernah duduk dibangku sekolah atau tidak?."

Ary : "TIIIIIIIIIT" Telpon saya tutup

M.H : "... (dia nelpon lagi)"

Ary : "Iya haloo?, mas udah saya nggak mau hadiahnya deh, buat mas saja.."

M.H : "Maaf mas suara mas terputus-putus"

Ary : "MAS BISA DENGAR SAYA??"

M.H : "Halo?. Halo?"

Ary : "IYA, INI MAS UDAH KEDENGERAN BELUM?"

M.H : "Ini suara mas terputus-putus mas, coba pindah mas di tempat yang ada sinyalnya".

Ary : "SUDAH KEDENGER BELUM?"

M.H : Iya.. mas tolong pindah.. ini suara mas terputus-putus"

Ary : 'LHOOOO.. INI MAS DENGER, KATANYA PUTUS-PUTUS.. KOK MAS DENGER??"

(saya mulai tau dia berbohong)

M.H : "Iya mas, saya ingin tanya, mas pernah duduk dibangku sekolah?"

Ary : "SAYA INI DUDUK YA CUMA DUDUK AJA MAS DI BANGKU TAMAN, BELAJAR PACARAN, Bapak jangan marah dooong, gitu aja marah"

M.H : "iya mas,, saya kan nanyaa mas jawab dong, mas pernah duduk dibangku sekolah apa tidak?

Ary : "OO YAA,, SAYA PERNAH"

M.H : "Kalau pernah, mas bicara yang sopan".

Ary : "Iya iya mas.. slow ajaaaa.. tenang dong paak, hadiahnya saya mau koook hahaha" (saya mulai ketawa) " Oya mas ini siapa dan dari instansi mana?. Gini aja, hadiahnya saya mau ambil cash COD bisa nggak?. Kalo bisa mas kasih tau saya alamatnya"

M.H : "Baik pak, nama saya MAWAR, saya dari instansi TSel bagian penyaluran dana, id saya 127349AB, alamat saya di Jl bla bla bla. (dia menyebutkan semuanya dan saya tetap tidak percaya:)

Ary : "Hmm saya seneeeeeeeng banget bisa ngomong sama bapak hahaha. Oya ngomong-ngomong saya boleh minta transfer pulsa ga Rp.500 ribuu aja?"

M.H : "baik, pak kalau bapak tidak percaya nanti bapak bisa ambil hadiahnya dan kita buktikan apakah ini benar atau tidak, untuk pulsa bapak tetap dapat pulsa tersebut. Nanti saya kirimkan sms dan mas balas. kalau mas balas nanti saya kirimkan pulsanya."

Ary : "LHOOOOOO?. BERARTI HADIAHNYA 8 JUTA 500 RIBU DONGG PAK?, INI DIPOTONG PAJAK NGGAK?"

M.H : "tidak pak, ini tidak dipotong pajak"

Ary : "LHOOOO?. HARI GINI 8 JUTA KOK NGGAK DIPOTONG PAJAK, LHA WONG YANG SATU JUTA AJA DIPOTONG PAJAK!"

dia mulai kesal dengan pertanyaan-pertanyaan saya yang kocak. Akhirnya dia mengakhiri telpon saya. dan saya mengatakan "Berhasil, berhasil, berhasil, horee!, suaiper jangan mencuri, suaiper jangan mencuri.. ya ampuuun".

Yah pemirsa.. inilah cara mengakali penipuan lewat HP dengan modus uang 8 juta. Setelah peristiwa ini saya alami, setiap hari saya mengingatkan ibu saya "8 juta maak, 8 juta". Dan beliau selalu terseyum mengingatnya. Intinya adalah selalu pakai logika anda ketika anda diberikan iming-iming sesuatu yang nggak masuk akal. Dan kejahatan tidak selalu dilakukan oleh orang jahat, waspadalah, waspadalah.

Artikel Terkait

3 comments