Wednesday, 10 December 2014

Tulis saja dan jangan berfikir!

Tulis saja dan jangan berfikir!



Hari ini 10 Desember 2014 adalah hari dimana saya mulai membuka diri. Saya tidak mau menjadi introvert lagi, karena dengannya saya tidak bisa meraih apapun yang saya inginkan. Hmm kuku saya sedikit panjang, saya mau memotongnya dulu. 


...

"cekrik-cekrik"

....


 5 menit kemudian..


Ok, saya sudah selesai memotong kuku dan mulai bisa mengetik dengan sedikit lebih cepat. Kembali ke topik, saya hari ini benar-benar membuat lompatan besar dalam hidup. Semuanya diawali dari menulis di blog. Seperti halnya anda, saya setiap hari menghabiskan waktu saya didepan laptop. Setidaknya saya selalu membuka laptop saya selama 4 jam. Dengannya saya bisa menekan tombol-tombol yang tersusun rapih itu dan mulai memainkan jari saya diatasnya. Hasilnya satu buah blog curhat tercipta.

Seiring dengan berjalannya waktu, kini saya mulai mengubah facebook saya sebagai media untuk menuangkan isi kepala saya. Bagi saya facebook itu adalah ruang privasi yang tidak bisa diisi sembarangan. Dengan alasan itu akhirnya beberapa bulan ini saya vakum menggunakan media sosial yang katanya masuk tiga besar di alexa ini.

Hari demi hari saya tuangkan isi kepala ini kedalam tulisan murah diblog ini yang juga murah. Saking murahnya saya bisa membuat banyak blog tanpa harus membayar apapun kecuali biaya internet bulanan. Mengenai blog?. Saya sekarang ini lebih suka menulis apapun yang saya ingin tulis. Dengan sedikit mempertimbangkan unsur cinta dan tos GA agar tidak dibanned, saya tulis semua benda, pengalaman, keluarga, dan semua yang bisa saya tulis. Yang jelas dengan sedikit dibumbui kata-kata manis, dan sedikit diolah dengan wadah yang tepat maka selalu ada saja tulisan baru yang muncul dari kepala.

Benar kata mbak +Indri Lidiawati, apapun bisa kita tulis diblog termasuk catatan harian.


Kutipan dari Juragan Cipir
Kutipan dari blog Juragan Cipir
Hmm entah kenapa semua kata-kata Ibu dari anak perempuan bernama Resta ini selalu mengilhami saya untuk menulis lagi dan lagi diblog ini. Bagi saya terutama setelah mengikuti beliau di kompasiana, saya semakin percaya diri dengan tulisan saya. Saya bahkan berencana menjadikan facebook sebagai media menulis. Teman-teman saya banyak sekali disana, dan rasanya menyenangkan bila berbagi juga dengan mereka.

Kebanyakan berfikir, mau jadi profesor?

Dulu saya selalu berfikir bahwa dengan memikirkan dulu kata apa yang saya ucapkan itu adalah baik. Dan memang jika merujuk pada Hadits, itu adalah hal baik bila kita diam dan tidak berkata yang "madharat". Namun dengan diam, saya jadi membatasi diri saya kepada orang lain. Mau curhat saja rasanya sulit jika harus diam. Maka dengan adanya blog ini saya jadi tidak banyak berfikir, karena saya tidak lagi mengucapkan kata-kata, tetapi menulisnya dan mengabadikannya didunia maya.


Tulis saja gunung merapi



"Bisakan menulis apa yang anda lakukan hari ini dari mulai bangun tidur hingga mau tidur?".

Jujur, saya sangat menyukai blog tipe curhat. Bahkan saya sekarang mulai mengunjungi blog-blog orang lain dan melihat halaman about me milik mereka. Kalau anda saya follow, berarti saya sudah melihat halaman about me milik anda. Hehe.

Mengapa?. Biografi, atau sejarah dari anda tercipta dan bernafas didunia hingga anda menjadi anda yang sekarang ini adalah hal yang mengagumkan bagi saya. Melihat dan menerjemahkan cerita milik orang lain itu sangat menyenangkan. Termasuk tulisan-tulisan terbitan Asma Nadia yang selalu saya baca sesudah dicetak. Hmm kadang-kadang saat saya bekerja, saya selalu menyempatkan setidaknya 5 menit untuk menengok buku Asma Nadia yang akan terbit bulan ini atau bulan depan. Semua bukunya benar-benar menginspirasi dan membuat otak kita berkelana ke negri Imajinasi. Salut buat beliau!

Taukah anda? sebagian besar buku milik beliau itu isinya adalah curhatan. Intinya, dengan menulis curhat anda dibuku harian digital (baca : blog). Anda sudah membantu orang lain dalam menyelsaikan masalahnya. 

Akhirnya, saya berpesan untuk diri pribadi,

" Ary, kamu jangan berhenti menulis sampai tangan kamu tidak bisa menulis, sampai semua isi dalam otakmu tertuang di blog ini. Jangan banyak berfikir dan teruslah membantu banyak orang walau hanya dengan tulisan".

Oya, ikuti juga komunitas BISA menulis yang diasuh oleh Isya Alamsyah, pendamping hidup Asma Nadia di facebook anda. Selamat menulis!


Artikel Terkait

4 comments