Monday, 8 December 2014

Mengapa tidak mencoba bahasa Arab?

Bersyukur untuk hidup



Memang sebagai orang Islam, seharusnya saya lebih mengutamakan bahasa Arab dari pada bahasa Inggris. Namun ada beberapa alasan yang membuat saya harus menjatuhkan pilihan ke bahasa Inggris sebagai bahasa ke-empat yang saya pelajari. Sebelumnya bahasa yang sudah saya tahu dari lahir sampai sekarang yaitu Jawa, Indonesia, Sunda, Inggris.


Menarik sekali jika kita bisa berbahasa banyak, bila Inggris sudah saya kuasai. Selanjutnya adalah bahasa Arab. Selanjutnya lagi mungkin mandarin kali ya?. He ^^ pada intinya sekarang saya memang sedang cinta dengan ilmu bahasa. Termasuk bahasa Indonesia, bahasa persatuan, bahasa yang membuat 34 provinsi bisa saling berhubungan meski kita dipisahkan dengan keberagaman.

Asalan pertama saya mau belajar bahasa Inggris adalah :

1.Bahasa International

Ya, sekali lagi saya harus mengakuinya. Bahasa yang bisa menyatukan umat didunia saat ini yang paling tenar ya Bahasa Inggris. Jujur saja, saya pernah membeli kamus bahasa Arab. Mencoba bercakap-cakap dan mempraktikannya sendiri. Hasilnya?. Bisa, namun tidak ada pasion untuk melanjutkannya. Andai saya bisa mengetik arab selancar orang arab, sudah tentu saya juga pelajari bahasa Arab. Saat ini saya tetap mempelajarinya, walau hanya sedikit-sedikit. Yah masih mendinglah walau cuma bisa menyapa dan hanya itu. Ini salah satu contohnya :

"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam"
"Kaifa haaluk?"
"Alhamdulillah, ana bikhoiri"
"Kaifal 'aa ilah?"
"Alhamdulillah.. khoir"
"Ayul ayamil yaum?"
"Al yaumu yaumal Jum'ah"

Saya juga sempatkan menghapal nama-nama benda yang sering muncul di Al-Quran semisal kata "kitab" yang artinya "buku". Lalu menjadi kata kerja,"katab, katabna". InsyaAllah.. Jika Allah masih memberi saya umur panjang dan nikmat waktu luang, saya akan gunakan sebaik-baiknya.

2.Tidak ada pengajar.

Selama ini pun, saya mempelajari bahasa Inggris hanya dari selain pengajar, namun dengan catatan saya pernah belajar bahasa Inggris disekolahan. Dan saya menemukan, inti dari belajar bahasa Inggris itu ada di grammar, vocabulary, pronunciation dan itu semua saat ini disediakan banyak website dan itu semua gratis. Sedangkan untuk bisa lancar bahasa Arab seperti kakak saya, paling tidak saya harus belajar selama 3 tahun di lingkungan yang selalu menggunakan bahasa Arab. Saya harus punya dasarnya dulu, dan lagi kalau tidak belajar dengan guru, saya takut kalau malah memberikan pengertian yang salah.

Kalau anda punya pengajar, anda tahu dasar-dasarnya. Silahkan saja, disikat habis bahasa Arabnya. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Saya saja iri dengan anda yang punya kesempatan emas itu. Dan itu akan sangat bermanfaat ketika anda membaca Al-Quran, agar bacaannya jelas dan tentu mengetahui maknanya.

3.No Excuse!

Meskipun bahasa Arab sulit, dan tetap membutuhkan waktu untu mempelajarinya, seharusnya kita tidak menjadikan itu sebagai "alasan". Saya yakin ada orang dengan kondisi serba kekurangan dan tidak punya apa-apa selain secuil kamus dan kertas bekas bungkus nasi yang dibuang orang. Mereka justru bisa menunjukan bahwa, saya serba kurang tapi saya bisa!. Anda serba cukup, tapi anda tidak bersyukur dengan kecukupan anda!.

Harapan saya sangat besar untuk bisa menguasai paling tidak sampai 6 bahasa dan menjadi seorang poliglotisme. Orang yang bisa memahami 5-6 bahasa sudah masuk kategori poliglotisme.

4.Ingin jadi guru

Saya memahami pasion dalam diri saya yang ingin membagikan ilmu, menuangkan semuanya kedalam satu kata, "Belajar mengajar". Eh itu dua ya?. Maaf.. ^.^

Dimanapun tempatnya terkadang otak saya ini selalu mengajak berbicara, seolah-olah saya sedang didepan murid-murid dan berkata, "selamat pagi anak-anak. Apa kabar?!". Saya juga berniat untuk memajukan pendidikan Indonesia suatu saat nanti. Disamping mengajar, dengan menguasai bahasa Inggris, saya juga berkesempatan untuk bisa menjadi penerjemah bahasa yang selalu dibawa-bawa orang penting dunia. Saya juga bisa membuka tempat kursus atau setidaknya ikut memberikan pengajaran dibimbel tersebut.

Menjadi guide, atau menjadi penulis cerita anak-anak dalam dua bahasa. Hmm semuanya akan sangat menyenangkan. Saya ingin tahu, anda orang seperti apa ya?. Apa yang ingin anda lakukan 10 tahun kedepan?. Tidak ada?! Hmm membosankan sekali hidup anda. Saya punya kutipan bagus sebagai akhir dari curhatan saya ini untuk anda.

"Belajar terbaik adalah belajar menghargai waktu, belajar terbaik adalah mengetahui apa yang anda pelajari dan bagaimana menggunakannya dimasa depan. Ilmu yang sudah dipelajari tidak akan pudar, jika dipakai terus menerus ia akan semakin memiliki daya guna yang luas. Belajarlah dimasa luang, agar saat tiba masa sulit didepan, sudah ada jalan terbuka lebar untuk berjalan."

Artikel Terkait

3 comments