Tuesday, 16 December 2014

Kuli bangunan jadi penulis terkenal

Anda kenal Dedi Padiku?. Jika anda tidak kenal, saya pun demikian. Namun saya sudah membaca kisah hidupnya yang kini juga sedang dibaca oleh orang Indonesia lainnya. Siapa dia dan bagaimana kisah hidupnya?. Benarkah iya pernah menjadi kuli bangunan?. Berikut cerita saya..



Kuli bangunan jadi penulis terkenal

Halaman Iklan Buku Asma Nadia

Saya mengetahui nama Dedi Padiku ketika saya sedang mengerjakan pengecekan halaman. Di perusahaan saya bekerja, terkadang saat tidak mengerjakan "plate making"  saya juga membantu pengecekan halaman. Ini dimaksudkan agar nantinya tidak ada kesalahan apapun sesudah dicetak. Pada saat saya memeriksa halaman iklan pada buku-buku Asma Nadia, disana dimuat juga iklan baru yang katanya akan ada buku perdana miliki Dedi Padiku. Nama ini rasanya kok enak didengar ya?. Terutama pada nama Padiku. Saya pun membaca sedikit cuplikan kisahnya pada iklan tersebut, sepertinya kisah orang ini benar-benar menarik. Lalu saya pun menunggu, apakah buku tersebut akan dicetak di perusahaan saya atau tidak. Benar saja, buku tersebut dicetak setelah kurang lebih 2 bulan setelah buku Asma Nadia diterbitkan untuk yang kesekian kalinya.

Buku yang Penuh Humor

Ketika membaca pengantarnya saja, saya langsung tertawa sekaligus heran mengapa ada orang yang begitu "ndeso". Hehe anda harus membacanya jika ingin tahu. Kebetulan saya baca gratis pada waktu itu ^^. Tidak hanya di awal saja, ditengah-tengah cerita hidupnya, Dedi memperlihatkan kekonyolannya dan sampai akhir buku ini tetap membuat kita meringis-meringis sendiri saat membacanya. Ditengah cerita, dia akan membuat orang yang sedang kasmaran menjadi sumringah. Saya jamin!. Mau anda sudah tua atau pun baru ABG, anda akan tetap sumringah saat membaca tengah cerita. Mau anda pernah kasmaran atau belum, saya juga jamin anda akan terinspirasi karena dia.

Dedi Pernah menjadi Kuli!

Hmm.. salah satu yang paling saya ingat adalah bagian ini. Dedi dalam bukunya "Mengejar-ngejar Mimpi", menceritakan kalau ia juga pernah menjadi kuli bangunan. Saya sungguh salut dengan perjuangan dia. Ternyata hidup yang tidak ringan ini masih tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan Dedi dalam mengejar mimpinya. Saya juga ingat satu kalimat, dia bukan menjadi kuli sekelas mandor atau pegawai tapi lebih dibawah lagi. Dia mengatakan kalau profesinya saat menjadi kuli itu adalah yang paling rendah diantara pegawai yang lain. 

Tapi sekarang dia Penulis!

Itulah yang saya kagumi dari orang yang pernah punya mimpi bekerja di Jepang ini. Meski dengan segala keterbatasan, ia tetap membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah suatu penghalang bagi dia untuk mengejar mimpi. Dedi adalah salah satu penginspirasi diri pribadi diantara inspirator lainya. Hanya Dedi yang punya ciri khas "penulis ndeso", hanya dia yang punya kisah sedih, tragis, konyol, motivasi, dan segudang manfaat bagi pembaca. Yang jelas saya pribadi ketika membaca buku tersebut, tidak ada niat bagi saya untuk tidak menyelesaikannya secepat mungkin. Itu adalah buku yang bagus bagi anda yang ingin punya pembakar semangat menulis. Andai dia membaca tulisan ini, saya mau berkata untuk dia, "Jempolku pek-en kabeh mas!", artinya "Jempolku ambilah buatmu semua kak!"

Jangan kalah dari Dedi!

Yuk bakar lagi semangat kita dalam menulis, jadikan tiap hari yang kita lalui menjadi tulisan-tulisan seperti buku milik Dedi Padiku. Seorang kuli yang sekarang jadi penulis terkenal bersama Asma Nadia. 

Artikel Terkait

6 comments