Wednesday, 4 February 2015

Ketika Masalah besar jadi lelucon

Sobat semua pasti pernah mengalami masalah. Putus dengan pacar dan balik lagi. Ditinggal sendirian oleh rombongan. Disemprot bos karena kesalahan. Mood yang jelek. Semuanya adalah masalah. Dan itu selalu terjadi kepada kita. Bahkan saya melihat hewan saja masih berkutat dengan masalah. Kucing yang naik ke pohon tinggi sekali tapi tidak bisa turun. Akhirnya didatangkan pemadam kebakaran untuk menurunkannnya. Itu juga merupakan sebuah masalah beserta solusinya. Btw, kucing tersebut akhirnya jatuh dan tidak mati tetapi baik-baik saja. 


Ketika menghadapi sebuah masalah, orang satu dengan yang lain akan mencari solusi berbeda. Meskipun masalahnya sama, tetapi pemikiran keduanya akan jauh berbeda. Sama seperti saat mengerjakan matematika, soal bisa sama tetapi jalan bekerja untuk menyelesaikannya ada yang lebih cepat dan mudah, ada yang sulit tapi tanpa berpikir dua kali. Hasilnya, sama dan benar.

Saya sering sekali mendapat masalah. Kadang malah saya yang bikin masalah. Yakin 100%, anda juga pernah seperti itu. Lalu bagaimana cara anda menghadapi masalah. Apa reaksi anda, dan bagaimana hasil dari penyelesaiannya?. Berikut ini, akan saya coba beberapa pertanyaan sederhana yang dapat menciutkan sebuah masalah besar sehingga terlihat mungil dan imut. Saya sering menjadikan masalah seperti saat cak lontong sedang berceramah. Masalah yang rumit dibuat jadi lebih rumit tapi lucu. Hasilnya pun ada.

Apa sih hebatnya masalah ini?

Kita manusia pasti sering berkomunikasi dengan diri sendiri. Bahasa om Romy-nya alam bawah sadar. Ketika kita berjalan sendirian pulang kerumah, tanpa sadar kita berkomunikasi dengan diri sendiri. Pernahkah anda berpikir, "Saya kok bisa berjalan sambil mikir dan sampai dirumah dengan selamat?". Siapa yang menggerakan kaki dan tubuh saya selama berpikir?. Nah itu adalah alam bawah sadar kita.

Kita, sering kali menanyakan pertanyaan yang melemahkan diri. Ada masalah sedikit diperbesar dengan bertanya, "Bagaimana ya?." Akhirnya, pertanyaan tersebut membuahkan hasil "haduuuuh... pusing". Dan pertanyaan ini diulang terus oleh si bawah sadar sampai kita benar-benar lemas karena masalah itu.

Dan sangat terakhir, masalah jadi tambah runyem karena kita berpikir tidak jernih.

Satu pertanyaan ini akan mengubah kita menjadi "Oh, ini hanya masalah kecil. Ada solusinya". Kemudian kita akan mengubah si bawah sadar untuk berpikir, masalah ini tidak lebih besar dengan milik seorang direktur, presiden, Nabi.

Cukup tanyakan, " Apa sih hebatnya masalah yang saya hadapi". Ternyata banyak yang mengalami hal  yang sama dan lebih parah malah. Mereka bisa lolos dengan cara mereka, tinggal bagaimana kita bisa lolos dari jerat masalah yang sedang dihadapi. "ITU".

ITU

sumber gambar : gloobbest,blogspot,com

Udah dulu ya, saya langsung mau cerita sedikit tentang masalah yang saya hadapi hari ini di kerjaan saya. Mulai dari mana ya?. 

Jadi, diperusahaan saya adalah seorang yang bertugas untuk melakukan proses mounting. Itu adalah satu cara meletakan lembar film ke lembar astralon dengan perhitungan tertentu sesuai dengan estimasi atau arahan dari SPK (Surat Perintah Kerja). Kabar gawat!!!. Hasil kerja saya ternyata salah!!. Jantung saya rasanya mau meledak. Kemudian detaknya mulai melemah seiring waktu. Dari jumlah 31.000 cetakan, sudah tercetak separuhnya dan itu salah. Mulailah jurus tepok jidat.. berkali kali saya memukul jidat saya. Mungkin sekarang sudah mengkilap karenanya. Huft!. Saya langsung disamperin bos besar. 

Lalu diinterogasi dengan pertanyaan 5 W. "Why, Why, Why,.. wai wai.". Duh pusing kepala saya mendengarnya. Kadang pertanyaan itu terngiang dikepala dan terbawa tidur. Saat dialam mimpi, baruu aja ketemu pacar tiba-tiba dia bilang "Why!" berkali-kali. Aduh! pengen mimpi kering kok Malah mimpi buruk. Mukanya berubah menjadi bos saya yang cakep luar biasa. Bikin saya merinding disko. Brrr.. 


Nah.. pada saat saya kena masalah seperti itu, eh teman saya juga kena. Dia salah satu lembar dan hasilnya, sudah jadi buku siap edar. Jumlah 5000 pcs dan dikembalikan ke perusahaan karena satu lembar itu "mblesek" kedalam. Susah untuk dibaca, itu intinya.

Dalam benak saya, kenapa bisa begitu ya?. Salah kok beruntun..

Ah sudahlah saya tidak mau larut-larut. Cukup minum cak kaki tiga dan selesai. Alhamdulillah. Saya sudah pulih lagi sobat.

Jadi, hari ini saya mulai bercanda lagi dengan teman saya itu. Namanya Ponikem. Ya bukan nama asli yang jelas. Masa hari gini ada orang namanya ponikem. Yang jelas kalau ada semoga dia adalah seseorang yang cantik delima. Amin

Lalu saya bertanya kepadanya, Kem, gaji kamu berapa.
"UMR mas..". 
"Kita bikin surat resign yuk, kasih ke HRD. Bilang, bu saya lagi Males. Pengen libur selamanya aja dari sini". Kemudian saya tanya lagi ke Ponikem. "Ntar kalau saya bilang begitu apa kata HRD-nya ya?". Paling dia bakal bilang. "Mau naik gaji lagi ya..?". Saya bilang, "Oh boleh bu.. tidak usah banyak-banyak taruh aja 5 juta, ibu ini baik banget sih.. ngerti perasaan karyawan". "hihihi...." (dia tertawa). Haha!! ... (tertawa makin keras. Hihihaha.. (kali ini mirip kuntilanak). Tiba-tiba, matanya melotot dan Dia berkata : Matamu!! aku aja disini udah jadi HRD gaji gak sampe 5 juta!!.. kamu baru kerja 2 setengah tahun aja minta segitu!!."

 Ludahnya menghujani muka saya. Sayang, belum sedia payung. Jadi basah kuyup deh kerenanya.. Kalau digambarkan, mungkin hujan tersebut kayak dukun bau "jigong" yang sedang berkumur-kumur lalu disemprotkan ke pasien, iuuuuh.. jijik sekali.

Cerita ini baru tadi siang saya alami dan saya ceritakan saja. Karena bercerita membuat semuanya plong. Seperti pada artikel : Menulis di Blog ternyata menyembuhkan penyakit.

Artikel Terkait

2 comments